KabarTifa- Token asli Solana, SOL, melesat hingga menyentuh angka US$205 pada Selasa (12/8/2025), setelah mengalami kenaikan 18 persen dalam waktu kurang dari 48 jam. Lonjakan dramatis ini memicu spekulasi liar di pasar kripto: akankah SOL mampu mempertahankan momentum dan menembus angka US$250? Para analis kini tengah mencermati data fundamental jaringan dan aktivitas derivatif untuk mengukur kekuatan tren bullish ini.
Meskipun gagal bertahan di atas level psikologis US$200, SOL tetap menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan. Kenaikan hingga US$199 telah mendongkrak kapitalisasi pasarnya menjadi US$107 miliar, masih di bawah BNB yang berada di angka US$117 miliar. Pertanyaan besarnya: apakah SOL mampu melakukan "flippening" dan menyalip BNB? Untuk menjawabnya, kita perlu menganalisis lebih dalam data fundamental dan indikator derivatif.

Data on-chain menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan. Dalam 30 hari terakhir, jumlah transaksi di jaringan Solana naik sebesar 48 persen, menandakan peningkatan penggunaan yang cukup substansial. Sebaliknya, transaksi di BNB Chain justru mengalami penurunan 41 persen dalam periode yang sama, menurut data Nansen. Biaya transaksi Solana juga meningkat 43 persen, menunjukkan peningkatan nilai ekonomi bagi pemegang token SOL.
Kontrak perpetual futures SOL menunjukkan optimisme yang cukup hati-hati. Tingkat funding rate tahunan saat ini berada di angka 12 persen, tepat di antara zona netral dan bullish. Ini mengindikasikan keraguan pasar, mengingat pengalaman sebelumnya di mana SOL hanya bertahan kurang dari 24 jam di atas US$200 pada 22 Juli lalu.
Di sisi lain, ETF staking Solana dari REX-Osprey, yang diluncurkan pada bulan Juli, telah berhasil mengumpulkan aset kelolaan senilai US$161 juta. Namun, angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan ETF Ethereum yang mencatat arus masuk bersih US$2,33 miliar sejak 5 Agustus, meskipun belum mendapatkan persetujuan SEC untuk fitur staking.
Secara teoritis, SOL berpotensi mencapai US$250. Namun, data on-chain dan derivatif saat ini belum menunjukkan katalis kuat atau antusiasme trader yang signifikan. Ketiadaan leverage yang berlebihan bisa menjadi faktor positif untuk keberlanjutan reli ini. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada peningkatan partisipasi trader ritel dan arus masuk institusional, yang tentunya menunggu lampu hijau dari SEC untuk ETF Solana Reguler.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan merupakan nasihat investasi atau ajakan trading. Investasi di aset kripto memiliki risiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.

