Close Menu
    FacebookX (Twitter)Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    FacebookX (Twitter)InstagramPinterestVimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Token MELANIA Ambruk! Skandal Penarikan Dana Raksasa?
    Crypto

    Token MELANIA Ambruk! Skandal Penarikan Dana Raksasa?

    Tifa AnggrainiByTifa Anggraini04-05-2025 - 19.30Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Token MELANIA Ambruk! Skandal Penarikan Dana Raksasa?
    Share
    FacebookTwitterLinkedInPinterestEmail

    KabarTifa- Tim pengembang token MELANIA, kripto yang sempat meroket karena dikaitkan dengan Melania Trump, mantan Ibu Negara Amerika, diduga melakukan aksi penjualan token besar-besaran sejak pertengahan Maret. Aksi ini menghasilkan cuan fantastis senilai 23 juta dolar AS atau sekitar Rp 370 miliar (kurs saat berita ditulis). Informasi ini didapat dari analisis blockchain Ember CN yang menyebut penjualan dilakukan secara bertahap dengan metode dollar cost averaging (DCA) dan likuiditas sepihak. Artinya, bukan penjualan mendadak, melainkan terstruktur dan perlahan.

    Token MELANIA yang dijual berasal dari dompet komunitas dan likuiditas. Setelah dikonversi ke SOL (Solana), tim diduga menjualnya lagi menjadi USDC (USD Coin), lalu memindahkan atau menariknya keluar sistem. Strategi ini mengindikasikan rencana penarikan dana yang terencana dan sistematis.

    Token MELANIA Ambruk! Skandal Penarikan Dana Raksasa?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Dampaknya langsung terasa. Harga token MELANIA anjlok 7,1 persen dalam 24 jam terakhir. Lebih parah lagi, penurunan selama sepekan mencapai 32,1 persen, dan tren serupa terjadi dalam sebulan terakhir. Kini, token ini telah kehilangan 97,1 persen dari nilai puncaknya, US$ 13,05 yang tercatat pada 20 Januari 2025.

    Kejatuhan MELANIA ini menambah daftar panjang koin meme bertema politik yang bernasib serupa, termasuk token "Official Trump". Aksi jual tim pengembang memicu kekhawatiran investor akan komitmen mereka terhadap proyek ini. Financial Times sebelumnya telah memperingatkan potensi penipuan dan "rug pull" (penarikan dana secara tiba-tiba oleh pengembang) pada proyek kripto bertema politik.

    Dengan harga yang terus merosot dan masa depan proyek yang tak jelas, kepercayaan investor terhadap MELANIA pun tergerus. Para pengamat mengingatkan investor untuk berhati-hati terhadap token yang terlalu bergantung pada figur publik tanpa utilitas nyata dan rencana pengembangan yang transparan.

    Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai saran investasi atau ajakan trading. Investasi kripto berisiko tinggi. KabarTifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.

    Share.FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrEmail
    Previous ArticleXRP vs Cardano: AI Ungkap Pilihan Investasi 5 Tahun Mendatang!
    Next Article Bitcoin Menuju US$100.000? Koreksi Tak Terhindarkan!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Geger! Visa Gandeng Polygon, Revolusi Pembayaran Global?

    30-04-2026 - 13.15
    Crypto

    Pi Network Terjun Bebas! Ancaman Makro Hantui Kripto?

    30-04-2026 - 13.00
    Crypto

    LINK Terjepit! Akankah Tembus $10 atau Jatuh ke $8?

    30-04-2026 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A ReplyCancel Reply

    FacebookX (Twitter)InstagramPinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.