Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - XRP di Bawah $2: Sinyal Bahaya atau Peluang Emas?
    Crypto

    XRP di Bawah $2: Sinyal Bahaya atau Peluang Emas?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini02-02-2026 - 13.15Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    XRP di Bawah $2: Sinyal Bahaya atau Peluang Emas?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Editor: BobonSyah

    KabarTifa- Pergerakan harga XRP belakangan ini tampak relatif stabil, namun di balik konsolidasi yang terlihat tenang tersebut, tekanan psikologis di kalangan investor justru memuncak. Analisis data onchain terbaru dari perusahaan analitik blockchain terkemuka, Glassnode, mengungkapkan bahwa struktur pasar XRP saat ini mengulang pola yang terakhir terlihat pada awal tahun 2022, khususnya terkait level harga krusial $2.

    XRP di Bawah : Sinyal Bahaya atau Peluang Emas?
    Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

    Dalam unggahan di platform X pada 19 Januari 2026, Glassnode secara spesifik menyoroti kemiripan kondisi pasar XRP dengan Februari 2022. Tekanan ini terutama berasal dari pergeseran kepemilikan aset. Investor yang aktif dalam rentang waktu 1 minggu hingga 1 bulan kini terlihat mengakumulasi XRP pada level harga yang berada di bawah biaya rata-rata kelompok pemegang jangka menengah hingga panjang (6 hingga 12 bulan). Situasi ini, menurut Glassnode, secara bertahap meningkatkan tekanan psikologis pada investor yang membeli di harga lebih tinggi.

    Grafik harga XRP (XRP/USDT) yang dipantau kabartifa.id pada Sabtu, 31 Januari 2026, dari sumber Tokocrypto, memperkuat temuan ini. Dilaporkan News Bitcoin, grafik yang dibagikan Glassnode secara jelas memperlihatkan realized price XRP berdasarkan kelompok usia kepemilikan. Investor baru tampak masuk pada level harga yang lebih rendah, sementara investor lama masih "terjebak" dalam posisi rugi di bawah harga beli mereka. Pola ini mengindikasikan terjadinya rotasi suplai, di mana likuiditas diserap oleh partisipan baru, bukan distribusi agresif yang mengkhawatirkan.

    Situasi seperti ini umumnya muncul ketika pasar berada dalam fase konsolidasi berkepanjangan, ditandai dengan pergerakan harga yang sempit dan volatilitas yang tertekan. Pada siklus sebelumnya, struktur serupa sering kali diikuti oleh periode ketidakpastian yang panjang sebelum akhirnya memicu pergerakan signifikan di pasar.

    Level harga $2 menjadi titik krusial yang terus-menerus menguji ketahanan investor. Glassnode mencatat bahwa sejak awal 2025, setiap kali XRP menguji level psikologis ini, investor merealisasikan kerugian antara US$500 juta hingga US$1,2 miliar per minggu. Pola tersebut menegaskan kuatnya pengaruh level $2 terhadap perilaku jual investor, yang secara berulang meningkatkan realisasi kerugian dan menekan kepercayaan di sisi penjual.

    Tim Riset Tokocrypto menambahkan perspektif menarik. Mereka memaparkan bahwa transfer kepemilikan dari "tangan lemah" yang merugi ke investor baru di tengah konsolidasi harga adalah sinyal klasik akumulasi ulang. Fenomena ini sering kali menjadi "bahan bakar" utama untuk pembalikan tren yang eksplosif di masa depan.

    Meskipun analisis ini tidak secara langsung memprediksi arah harga selanjutnya, Glassnode menekankan bahwa tekanan berbasis biaya akuisisi (cost basis) dan faktor psikologis sering kali menjadi penentu utama sebelum pasar menemukan arah baru. Pada siklus sebelumnya, kondisi serupa pernah mendahului baik penurunan tajam maupun fase ekspansi baru, tergantung pada likuiditas dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.


    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePi Network Terjun Bebas! Akankah Bangkit Lagi?
    Next Article Pos Berikutnya
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    PEPE Anjlok 31%, Akankah Melonjak Fantastis ke US$0,000020?

    04-02-2026 - 05.45
    Crypto

    SOL Bakal Meroket? Ini Dia Titik Balik Krusial!

    04-02-2026 - 05.30
    Crypto

    Prediksi Ngeri XRP: Akankah Sejarah Terulang?

    04-02-2026 - 05.15
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.