Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga aset kripto XRP kembali menghadapi tekanan signifikan setelah gagal menembus level resistensi krusial di $2,20. Kondisi ini diperparah dengan sinyal pelemahan mendalam dari aktivitas on-chain, memicu kekhawatiran serius akan potensi penurunan lebih lanjut hingga ke level $1,40. Ironisnya, situasi ini terjadi di tengah aliran dana masuk yang masih tercatat pada produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP sepanjang Januari, namun partisipasi investor ritel justru menunjukkan kemerosotan tajam.

Aktivitas Jaringan XRP Menurun Drastis
Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif di jaringan XRP Ledger anjlok ke titik terendah sejak Februari tahun lalu. Sepanjang Januari, hanya sekitar 15.743 akun yang tercatat aktif, sebuah indikasi jelas merosotnya keterlibatan pengguna ritel dan permintaan on-chain secara keseluruhan.
Pelemahan ini diperkuat oleh data kecepatan (velocity) XRP yang menunjukkan pergerakan token cenderung fluktuatif tanpa adanya tren kenaikan yang konsisten. Hal ini mengisyaratkan bahwa aktivitas jaringan lebih banyak didorong oleh perdagangan jangka pendek, bukan oleh pertumbuhan basis pengguna yang berkelanjutan atau penggunaan jangka panjang.
Kontradiksi di Pasar ETF
Di sisi lain, data ETF XRP memperlihatkan kondisi yang kontras. Meskipun arus masuk dana terus terjadi, total arus keluar justru lebih besar sehingga menghasilkan netflow negatif sepanjang Januari. Situasi ini menambah tekanan pada sentimen pasar XRP yang sudah rapuh.
Analisis Harga dan Indikator Teknis: $1,60 Sebagai Benteng Terakhir?
Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran USD 1,60, sebuah level support yang sangat krusial. Kegagalan sebelumnya untuk menembus area resistensi di sekitar USD 2,20 membuat harga kembali bergerak dalam pola descending channel yang masih terjaga. Jika level USD 1,60 gagal dipertahankan pada penutupan harian, analis memperkirakan potensi penurunan lanjutan menuju area USD 1,40 akan terbuka lebar.
Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 28, menandakan kondisi oversold. Meskipun ini membuka peluang untuk rebound jangka pendek, para analis menilai pergerakan tersebut kemungkinan besar hanya bersifat korektif, selama harga belum mampu keluar dari tren turun dan menembus kembali resistensi utama.
Kepercayaan Investor Terkikis, Open Interest Anjlok
Penurunan minat investor juga tercermin dari open interest XRP yang anjlok ke sekitar USD 2,9 miliar, level terendah dalam lebih dari setahun terakhir. Angka ini mencerminkan melemahnya kepercayaan dan minat para trader terhadap potensi pergerakan harga XRP dalam waktu dekat.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti hilangnya partisipasi ritel dan stagnasi aktivitas on-chain sebagai "sinyal peringatan fundamental" atau red flag. Mereka berpendapat, tanpa katalis penggunaan nyata, pergerakan harga XRP kemungkinan besar hanya akan didorong oleh spekulasi jangka pendek. Kondisi pasar saat ini lebih mencerminkan fase kapitulasi daripada awal dari pemulihan yang berkelanjutan. Penguatan XRP dinilai masih bersifat sementara hingga aktivitas on-chain kembali stabil dan harga mampu merebut kembali level resistensi yang hilang.

