KabarTifa- Harga aset kripto XRP kembali menunjukkan performa impresif, melampaui level $1,45 setelah sempat menyentuh $1,414. Kenaikan signifikan ini menarik perhatian para analis pasar, sebab dinilai bukan sekadar dorongan spekulasi ritel, melainkan didasari oleh peningkatan penggunaan nyata di jaringannya.
Menurut laporan dari CryptoQuant, sebuah platform analitik data on-chain terkemuka, rasio Speculation-to-Utility pada jaringan XRP Ledger (XRPL) tercatat berada di angka 1,75. Angka ini mengindikasikan bahwa aktivitas perdagangan di bursa hampir seimbang dengan pemanfaatan riil di jaringan. Sebuah fenomena langka di industri kripto yang sering kali didominasi oleh volume spekulatif murni.

Volume On-Chain Mendekati Aktivitas Trading
Data lebih lanjut memperkuat argumen ini, menunjukkan bahwa volume penyelesaian transaksi on-chain XRP mencapai sekitar 291,37 juta XRP, sementara volume spekulatif agregat berada di kisaran 510,92 juta XRP. Perbandingan ini menciptakan rasio efisiensi yang relatif tinggi dibandingkan standar industri, di mana volume trading sering kali jauh melampaui penggunaan jaringan yang sebenarnya.
Selain itu, jumlah alamat aktif dalam 24 jam terakhir melonjak hingga 17.329 akun, melampaui rata-rata mingguan dan mengindikasikan lonjakan aktivitas jaringan yang substansial. Di sisi lain, arus masuk ke bursa besar seperti Binance tercatat sangat rendah, hanya sekitar 1,36 juta XRP, sebuah indikator kuat minimnya tekanan jual dari pasar.
Tim Riset Tokocrypto menganalisis bahwa pergerakan XRP saat ini mencerminkan pergeseran struktur pasar yang signifikan, di mana utilitas mulai memainkan peran yang lebih besar dibandingkan spekulasi. "Jika tren ini berlanjut, XRP berpotensi menjadi teladan aset kripto yang sukses mengawinkan utilitas riil dengan stabilitas harga yang lebih kokoh," ungkap mereka.
Namun, interpretasi data on-chain tetap memerlukan kehati-hatian. "Meskipun rasio antara utilitas dan spekulasi terlihat seimbang, faktor eksternal seperti sentimen pasar, regulasi, dan kondisi makro masih dapat memengaruhi dinamika harga secara substansial," tambah tim riset.
Dominasi Aktivitas Institusional dan Minimnya Tekanan Jual
Aktivitas on-chain XRP saat ini didominasi oleh penggunaan institusional, termasuk remitansi melalui layanan On-Demand Liquidity (ODL) serta penyimpanan aset secara OTC (Over-The-Counter) atau cold custody. Ini mengindikasikan bahwa mayoritas pergerakan aset tidak diarahkan ke bursa untuk diperdagangkan, melainkan untuk kebutuhan utilitas spesifik.
Minimnya aliran masuk ke bursa menjadi faktor penting yang meminimalkan potensi tekanan jual di pasar. Dengan kondisi tersebut, harga XRP diperkirakan masih dalam fase penyesuaian terhadap keterbatasan pasokan yang tersedia untuk diperdagangkan, didorong oleh fundamental utilitas yang semakin kuat.
Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang diambil merupakan tanggung jawab Anda sepenuhnya. Konten ini bersifat informasi dan bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Editor: BobonSyah

