Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pasar derivatif XRP kini memancarkan sinyal peringatan yang tidak bisa diabaikan. Setelah sempat melonjak tajam saat harga aset digital ini mendekati puncaknya pada Juli 2025, aktivitas spekulatif kini menunjukkan penurunan drastis. Data terbaru yang dihimpun kabartifa.id mengungkapkan anjloknya open interest (OI) di berbagai bursa kripto besar, diiringi gelombang likuidasi yang secara agresif menekan para trader berleverage.

Fenomena ini menggarisbawahi keengganan pelaku pasar untuk mengambil risiko lebih lanjut, memilih untuk mengurangi eksposur dan menahan diri dari pembukaan posisi baru di tengah volatilitas yang masih menyelimuti arena kripto.
Open Interest XRP Terjun Bebas di Berbagai Bursa
Menurut laporan dari Crypto Quant, open interest merupakan indikator krusial yang merepresentasikan total nilai kontrak futures yang masih terbuka di pasar. Metrik ini seringkali menjadi barometer utama untuk mengukur seberapa besar minat dan partisipasi trader dalam perdagangan derivatif.
Data terkini menunjukkan bahwa OI XRP telah mengalami penurunan signifikan di hampir seluruh platform derivatif utama. Meskipun demikian, Binance masih memimpin dengan open interest sekitar US$222 juta, diikuti oleh Bybit di posisi kedua dengan sekitar US$195 juta. Penting untuk dicatat, angka-angka ini, meski masih di atas level terendah pada tahun 2024, jauh di bawah puncak yang tercapai pada pertengahan 2025, ketika XRP mencapai harga tertinggi dalam siklus pasarnya.
Penurunan open interest secara umum diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa banyak trader memilih untuk menutup posisi mereka dan secara aktif menghindari penggunaan leverage yang tinggi, menandakan sikap yang lebih konservatif.
Gelombang Likuidasi Long Mendominasi Pasar
Selain penurunan open interest, pasar derivatif XRP juga diguncang oleh gelombang likuidasi yang masif. Likuidasi terjadi ketika posisi trader yang menggunakan leverage kehilangan jaminan akibat pergerakan harga yang cepat, memaksa bursa untuk menutup posisi tersebut secara otomatis demi mencegah kerugian lebih lanjut.
Dalam periode terbaru, likuidasi posisi long (posisi yang bertaruh pada kenaikan harga) terlihat mendominasi secara signifikan dibandingkan posisi short (posisi yang bertaruh pada penurunan harga), baik dari segi jumlah maupun nilai. Ini mengindikasikan bahwa para trader yang optimistis (bullish) dipaksa keluar dari pasar dengan lebih agresif.
Tim Riset Tokocrypto memberikan pandangan mereka, "Secara onchain dan derivatif, kombinasi penurunan open interest dan dominasi long liquidations ini menandakan XRP sedang bergeser ke lingkungan leverage yang lebih rendah dan sentimen pasar yang lebih hati-hati."
Dominasi likuidasi long ini seringkali menjadi pemicu bagi funding rate untuk turun ke level netral atau bahkan negatif, sebuah kondisi yang mencerminkan peningkatan sentimen bearish di pasar derivatif.
Trader Mulai Kurangi Leverage, Apa Implikasinya?
Kombinasi antara penurunan open interest dan dominasi likuidasi long secara jelas menunjukkan bahwa pasar derivatif XRP sedang bertransisi menuju lingkungan dengan penggunaan leverage yang jauh lebih rendah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa para trader semakin berhati-hati dan mengurangi posisi spekulatif agresif mereka setelah periode volatilitas tinggi yang terjadi sebelumnya.
Dengan berkurangnya penggunaan leverage, pergerakan harga XRP dalam jangka pendek kemungkinan besar akan lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran di pasar spot, dibandingkan dengan aktivitas spekulatif yang didorong oleh derivatif. Ini menandai pergeseran fundamental dalam faktor-faktor yang akan menggerakkan harga XRP ke depan.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.


