KabarTifa- Aset kripto XRP kembali mencuri perhatian pasar global. Meskipun sempat tertekan di akhir pekan, optimisme melonjak seiring kabar peluncuran ETF XRP spot dan ekspansi agresif dari Ripple. Banyak analis meyakini, XRP siap untuk rebound besar.
Tekanan jual yang dipicu oleh penutupan sementara pemerintahan AS dan arus keluar dari ETF Bitcoin, tampaknya tak mampu membendung spekulasi bahwa XRP tengah bersiap untuk melepaskan diri dari dominasi Bitcoin.

ETF XRP: Antrean Institusi Mengular
Sejumlah penerbit ETF besar seperti 21Shares, Bitwise, Canary Capital, dan Franklin Templeton dilaporkan oleh FXempire, telah mengajukan amandemen S-1 yang mengindikasikan peluncuran ETF XRP spot pada November ini.
Rumor yang beredar menyebutkan Canary XRP ETF berpotensi menjadi yang pertama meluncur, kemungkinan pada Kamis, 13 November 2025. Jika peluncuran berjalan lancar dan permintaan dari investor institusional membanjir, harga XRP berpotensi menembus level $2.84, level tertinggi sejak Oktober.
CEO Canary Capital, Steven McClurg, bahkan memberikan prediksi yang sangat optimis, memperkirakan arus masuk mencapai $5-10 miliar dalam bulan pertama. "Jika ini tercapai, ETF XRP bisa masuk dalam jajaran 10 ETF terbesar sepanjang masa," ujarnya.
Ripple Membangun "Internet of Value"
Di balik euforia ETF, Ripple terus mengembangkan ekosistem finansialnya. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menegaskan bahwa XRP adalah inti dari semua yang mereka bangun. Dari Metaco hingga GTreasury, semuanya mengarah pada satu visi: Internet of Value.
Regulasi dan Politik: Kunci Arah XRP
Salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas XRP adalah Market Structure Bill yang baru saja lolos dari DPR AS. Namun, penutupan sementara pemerintahan AS menunda proses di Senat. Jika RUU ini segera dibahas dan disahkan, regulasi yang lebih jelas dapat menjadi katalis bullish yang signifikan bagi XRP.
Jurnalis kripto Eleanor Terrett mengungkapkan bahwa markup bipartisan hampir selesai dan bisa diumumkan minggu depan, yang merupakan sinyal kuat bagi pasar.
Tekanan Jangka Pendek Masih Membayangi
Meskipun fundamentalnya kuat, secara teknikal XRP masih berada di wilayah bearish. Harga saat ini di sekitar $2.28 mencerminkan penurunan mingguan lebih dari 10%, berada di bawah EMA 50 dan 200, yang mengindikasikan tekanan jangka pendek.
Level-level penting yang perlu diperhatikan: Jika XRP mampu menembus $2.5, jalan menuju $3.0 akan terbuka lebar. Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $2.2, koreksi menuju $2.0 bisa terjadi.
Skenario Bearish: Waspada di Bawah $2.2
Jika skenario ini terjadi, XRP berpotensi jatuh ke level $1.9, menandai tren bearish yang lebih dalam.
Skenario Bullish: Menuju $3
Dalam skenario bullish, harga XRP dapat melonjak menuju $2.62, bahkan melampaui $3.0 dalam jangka menengah.
Prospek: XRP Siap Bersinar
Meskipun risiko jangka pendek masih ada, struktur jangka menengah XRP tetap bullish. Peluncuran ETF, dukungan institusi, dan langkah agresif Ripple dalam menguasai sektor keuangan global berpotensi menjadikan XRP sebagai bintang utama dalam siklus kripto berikutnya.
Pertanyaan yang muncul saat ini adalah: Apakah XRP akan terus menjadi bayangan Bitcoin, atau justru menciptakan kisah sukses institusionalnya sendiri?
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Artikel ini bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

