KabarTifa- Pasar kripto sedang dilanda badai. Mayoritas aset digital merosot tajam, kepercayaan investor meredup, dan Bitcoin pun kesulitan bertahan. Namun, di tengah gejolak ini, Avalanche (AVAX) justru tampil sebagai bintang yang bersinar. Dalam beberapa pekan terakhir, AVAX tak hanya bertahan, tetapi juga mencatat kenaikan signifikan, sebuah fenomena unik di tengah pasar yang lesu. kabartifa.id akan mengulas lebih dalam tentang sentimen positif yang menopang AVAX dan potensi peluangnya di masa depan.
Salah satu kunci keberhasilan AVAX adalah kombinasi pertumbuhan ekosistem yang pesat dan dukungan kuat dari institusi besar. Aktivitas di jaringan Avalanche meningkat drastis. Volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) Avalanche, misalnya, menembus angka fantastis, mencapai rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Angka ini menunjukkan permintaan organik yang tinggi, bukan sekadar spekulasi jangka pendek. Kenaikan ini membuktikan jaringan Avalanche digunakan secara nyata, baik untuk keuangan terdesentralisasi maupun aplikasi lainnya.

Adopsi oleh lembaga besar juga menjadi katalis penting. SkyBridge Capital, melalui Anthony Scaramucci, misalnya, mengumumkan pembentukan digital asset treasury berbasis Avalanche. Langkah ini diikuti oleh rencana Avax One untuk mengumpulkan dana hingga $550 juta guna membeli token AVAX dan memperkuat cadangan. Kehadiran institusi besar ini menjadi sinyal kuat bahwa Avalanche memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan, terutama di segmen tokenisasi aset dunia nyata (RWA).
Avalanche Foundation juga turut berperan dengan meluncurkan inisiatif penghimpunan dana hingga $1 miliar melalui beberapa kendaraan investasi, melibatkan Hivemind Capital dan Dragonfly Capital. Strategi ini bertujuan untuk membeli token AVAX dalam jumlah besar dari cadangan, berpotensi mengurangi jumlah token yang beredar dan mendorong kenaikan harga.
Upgrade Octane pada April lalu juga berkontribusi signifikan. Upgrade ini memangkas biaya transaksi di C-Chain hingga 98%, mengakibatkan lonjakan transaksi harian hingga 1,4 juta pada kuartal kedua—peningkatan hampir 500% dibanding kuartal sebelumnya. Jumlah dompet aktif juga meningkat lebih dari 50%, mencapai 46.397. Meskipun jumlah transaksi harian sedikit menurun belakangan ini, volume tetap stabil di atas 1,2 juta, menunjukkan aktivitas jaringan yang sehat.
Total value locked (TVL) Avalanche juga meningkat tajam, dari $1 miliar pada April menjadi $2,23 miliar pada September. Protokol besar seperti Aave, dengan lebih dari $500 juta terkunci di dalamnya, menjadi penyumbang utama. Kapitalisasi pasar stablecoin di Avalanche pun naik 81% dalam sebulan terakhir, menembus $2,16 miliar, menunjukkan kepercayaan investor ritel dan institusional yang semakin kuat.
Dengan kombinasi adopsi ritel, dukungan lembaga, volume DEX yang memecahkan rekor, dan peningkatan TVL, ekosistem Avalanche saat ini menjadi salah satu yang paling dinamis di antara jaringan layer-1. Tak heran jika AVAX mampu melawan arus negatif pasar.
Saat artikel ini ditulis, harga AVAX berada di $33,29. Dari perspektif teknikal, AVAX bergerak dalam rentang harga dengan batas bawah di $31,75 dan batas atas di $38,83. Artinya, ada ruang yang cukup lebar untuk fluktuasi, sekaligus peluang bagi investor. Dalam beberapa hari terakhir, AVAX sempat menyentuh $35,76 sebelum mengalami koreksi singkat, menunjukkan minat beli yang kuat. Data dari CoinGlass menunjukkan aliran masuk bersih di pasar spot sebesar $8 juta, mengindikasikan investor memilih menahan asetnya. Likuidasi posisi short juga menunjukkan dominasi tekanan beli.
Secara teknikal, AVAX masih bertahan di atas area dukungan $31,75. Selama harga tidak menembus area ini, potensi kenaikan tetap terbuka. Area batas atas di $38,83 menjadi target berikutnya, membuka jalan menuju harga lebih tinggi, bahkan hingga $50 jika momentum institusional berlanjut. Indikator teknikal mendukung optimisme ini, namun pasar kripto tetap bergantung pada sentimen global. Jika Bitcoin gagal bertahan di atas $110.000, altcoin lain, termasuk AVAX, berpotensi tertekan. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan.
Kesimpulannya, AVAX menunjukkan kekuatan di tengah pasar kripto yang lesu. Pertumbuhan ekosistem, dukungan lembaga, dan peningkatan aktivitas jaringan menjadi faktor utama yang menopang harga. Secara teknikal, ruang kenaikan masih terbuka. Meskipun risiko tetap ada, Avalanche memiliki landasan yang kuat untuk melanjutkan momentum positifnya. Selama dukungan investor dan institusi tetap konsisten, peluang AVAX menuju target jangka menengah di kisaran $40 hingga $50 cukup besar.
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
