KabarTifa- Pasar kripto kembali memerah. Bitcoin (BTC) merosot, Ethereum (ETH) ikut terdampak, sementara sejumlah altcoin mengalami koreksi hingga dua digit. Apa penyebabnya? Seorang trader kripto ternama di media sosial, Ash Crypto, memberikan tiga alasan utama di balik penurunan harga aset digital ini, seperti yang dilansir kabartifa.id.
Pertama, ketidakpastian dari Gedung Putih. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan para pemimpin Uni Eropa terkait kesepakatan damai Rusia-Ukraina menimbulkan kekhawatiran. Ketidakpastian ini, yang sangat dihindari pasar, memicu gelombang kegelisahan. Optimisme dan pesimisme yang bercampur aduk membuat investor enggan mengambil risiko.

Kedua, euforia berlebihan. Kenaikan harga Ethereum hingga 50% dan beberapa altcoin hingga 100% dalam beberapa pekan terakhir memicu spekulasi dan posisi leverage yang besar. Hal ini berujung pada aksi leverage flush, di mana bursa kripto memburu posisi berisiko tinggi dan memaksa likuidasi, sehingga harga terjun bebas dan memicu kepanikan.
Ketiga, harapan yang memudar. Peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September yang awalnya diprediksi hampir 100%, kini turun menjadi 84,8% setelah data inflasi produsen (PPI) terbaru dirilis. Perubahan ini cukup signifikan untuk menggoyahkan sentimen pasar dan memicu koreksi.
Apakah ini akhir dari bull run? Ash Crypto meyakini penurunan ini hanya bagian dari dinamika pasar. Pertemuan di Gedung Putih diharapkan dapat memberikan kejelasan, sementara peluang pemangkasan suku bunga masih terbuka, yang berarti likuiditas baru masih mungkin masuk. Ia bahkan memprediksi penurunan ini sebagai kesempatan bagi pemain besar untuk masuk kembali ke pasar.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi di mata uang kripto memiliki risiko tinggi dan volatil. KabarTifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.
