KabarTifa- Bitcoin berpotensi mengalami short squeeze besar-besaran. Data Coinglass per 7 Agustus menunjukkan posisi short leveraged mencapai hampir US$18 miliar, mengincar penurunan harga BTC. Saat artikel ini ditulis, BTC diperdagangkan di sekitar US$ 116.506, dengan zona likuidasi kritis berada di kisaran US$ 120.000. Heatmap BTC menunjukkan peningkatan tajam kurva hijau di atas US$ 119.000, area dengan konsentrasi posisi short terbesar. Jika BTC mendekati level ini, potensi efek domino dan lonjakan harga sangat signifikan.
Semakin dekat harga Bitcoin ke US$ 120.000, semakin besar peluang terjadinya reaksi berantai yang memaksa harga melonjak lebih tinggi. Kenaikan 2,15 persen BTC pada 7 Agustus, yang membalikkan tren penurunan mingguan, turut memicu spekulasi. Kenaikan ini sebagian didorong oleh perintah eksekutif Presiden Trump yang mengizinkan aset kripto dalam program pensiun 401(k), serta arus masuk dana segar ke ETF Spot Bitcoin BlackRock sebesar US$ 41,9 juta.

Sentimen pasar dan prospek Bitcoin tampak positif, ditopang regulasi yang menguat dan meningkatnya permintaan institusional. Namun, tantangannya adalah apakah momentum pasar cukup kuat untuk menembus resistensi US$ 120.000 dan melanjutkan reli. Meskipun beberapa analis memprediksi penurunan setelah US$ 118.000, isu-isu seperti pemecatan Ketua The Fed dan sikap SEC yang lebih ramah terhadap kripto, berpotensi mendorong harga Bitcoin kembali naik.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan pembaca. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi.

