KabarTifa- Pidato Jerome Powell, Ketua The Fed, baru-baru ini menyisakan pertanyaan besar bagi para pelaku pasar kripto, khususnya Bitcoin. Keputusan suku bunga acuan AS yang cenderung konservatif, menimbulkan kejutan? Ataukah justru menunjukkan kehati-hatian yang bijak? Mari kita ulas.
Pada 18 Juni 2025, Powell menegaskan fokus The Fed pada stabilitas harga dan lapangan kerja maksimal. Inflasi memang menurun, namun masih di atas target 2%. Kondisi pasar kerja tetap kuat dengan pengangguran sekitar 4,2%. Meskipun ada penurunan sentimen bisnis akibat kekhawatiran tarif impor, Powell menekankan kekuatan ekonomi AS. PDB memang menurun di kuartal pertama 2025, tetapi lebih disebabkan fluktuasi ekspor-impor, bukan pelemahan domestik.

FOMC mempertahankan suku bunga acuan di 4,5%, sesuai ekspektasi. Namun, proyeksi ke depan menarik perhatian. Suku bunga diprediksi turun menjadi 3,6% pada 2026 dan 3,4% di 2027. Proyeksi ini sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, menunjukkan kehati-hatian The Fed terhadap inflasi yang membandel. Pandangan jangka pendek (1 tahun) naik ke 3,6%, dua tahun ke 3,4%, sementara jangka panjang tetap di 3,0%. Ini mencerminkan kekhawatiran akan inflasi persisten akibat kebijakan tarif dan ketidakpastian global.
Bitcoin sendiri masih berkonsolidasi ketat di kisaran $100.000 hingga $109.000, lebih spesifik lagi antara $104.000 dan $106.000. Belum ada katalis kuat yang mendorong pergerakan signifikan. Pergerakan signifikan baru akan terjadi jika salah satu batas tersebut ditembus.
Namun, ada beberapa faktor fundamental yang mendukung harga Bitcoin. Salah satunya adalah regulasi yang semakin terbuka terhadap aset digital di AS. Genius Act, undang-undang baru, membuka ruang legal yang lebih jelas untuk stablecoin dan kripto. Adopsi institusional juga terus berlanjut, dengan beberapa perusahaan keuangan mulai menggunakan stablecoin untuk pembayaran lintas negara.
Meskipun demikian, kewaspadaan tetap penting. Ketidakpastian kebijakan The Fed masih tinggi, dan pasar global terancam oleh tarif, fluktuasi konsumsi, dan ketegangan geopolitik. Inflasi yang tinggi dan sikap agresif The Fed dapat menekan Bitcoin dan aset lainnya.
Kesimpulannya, pidato Powell tidak mengejutkan, namun menunjukkan kehati-hatian dalam menghadapi inflasi. Penurunan suku bunga akan bertahap dan bergantung pada data ke depan. Hingga kepastian pasar terlihat, kewaspadaan tetap menjadi kunci dalam menghadapi pasar yang sensitif terhadap kebijakan makroekonomi global.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
Iqbal Maulana
Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.
