KabarTifa- Ancaman penurunan harga Bitcoin (BTC) semakin nyata. Analis kripto ternama, Justin Bennet, melalui platform X, memperingatkan potensi breakdown setelah whale meningkatkan posisi short mereka. Harga BTC saat ini bertahan tipis di atas garis tren Mei, namun pergerakan harga menunjukkan kelemahan signifikan di sisi pembeli.
Bennet menunjuk pada area ketidakseimbangan harga dari Mei yang belum terisi sepenuhnya. Area ini, menurutnya, cenderung menarik harga untuk pengujian ulang. Jika tekanan jual berlanjut, BTC berpotensi menyentuh level terendah lokal di kisaran US$ 102.000 – US$ 101.392, sebelum potensi rebound. Lebih lanjut, pembentukan pola lower highs setelah penolakan di area resisten US$ 108.000 – US$ 110.000 memperlemah struktur bullish jangka pendek.

Kegagalan mempertahankan support US$ 102.000 akan berpotensi mendorong harga hingga ke area ketidakseimbangan di kisaran US$ 99.800, bertepatan dengan titik harga penting dari aksi Mei lalu. Situasi ini diperparah oleh posisi short besar yang dibuka oleh seorang trader top di Hyperliquid, yang dikenal sebagai "Insider Bro," dengan leverage ekstrem 40x senilai US$ 116 juta pada 13 Juni 2025 di harga US$ 107.766. Posisi ini, menurut data dari blockchain.news, masih aktif dan telah menghasilkan keuntungan mengambang sebesar US$ 3.366 juta, namun sangat rentan terhadap pergerakan harga naik yang tiba-tiba.
Berdasarkan data Coingecko, harga BTC saat ini berada di US$ 104.720, turun 0,2 persen dalam 24 jam terakhir. Stagnasi ini terjadi pasca pengumuman The Fed untuk mempertahankan suku bunga.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai saran investasi atau trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

