KabarTifa- Pergerakan harga Ethereum (ETH) memang sedang tak menentu. Meskipun mengalami koreksi dan turun 2,86 persen dalam 24 jam terakhir, berada di angka US$ 2.554,71, para trader justru tetap optimis. Berdasarkan data dari platform prediksi Polymarket, peluang ETH bertahan di atas US$ 2.500 hari ini mencapai 72 persen, meningkat signifikan dari beberapa hari sebelumnya. Lonjakan kepercayaan ini cukup mengejutkan, mengingat harga ETH sempat menyentuh titik tertinggi lokal di kisaran US$ 2.650 sebelum akhirnya terkoreksi.
Kenaikan kepercayaan ini, menurut laporan dari coinedition.com yang dikutip kabartifa.id, menunjukkan perubahan besar dalam sentimen pasar. Para investor tampaknya mulai berpikir jangka panjang dan tak mudah terpengaruh fluktuasi harga harian. Hal ini juga diperkuat dengan volume perdagangan di Polymarket yang mencapai US$ 674.000 untuk prediksi tersebut, menunjukkan tingginya partisipasi dan keyakinan trader terhadap level US$ 2.500 sebagai titik penting.

Secara teknikal, grafik ETH membentuk pola penurunan bertahap (lower highs dan lower lows), yang biasanya mengindikasikan tren turun jangka pendek. Namun, resistensi terdekat berada di US$ 2.595, jika berhasil ditembus, target berikutnya adalah US$ 2.625. Sebaliknya, support kuat berada di US$ 2.525, dan yang paling krusial adalah US$ 2.500. Penurunan di bawah level ini berpotensi mengguncang kepercayaan pasar.
Indikator pasar pun memberikan sinyal yang beragam. RSI berada di 75,25, menunjukkan kondisi overbought (jenuh beli), yang bisa menjadi sinyal koreksi. Namun, MACD masih menunjukkan sinyal positif, dengan garis MACD di atas garis sinyal, mengindikasikan momentum naik masih ada. Namun, situasi ini bisa berubah cepat jika harga terus melemah.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai saran investasi atau trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi.
Iqbal Maulana
Penulis
