KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) yang sempat meroket bersama Bitcoin (BTC), kini menunjukkan tanda bahaya. Master Ananda, analis teknikal di X (sebelumnya Twitter), memprediksi koreksi harga hingga US$ 2.000. Kegagalan menembus level resisten menjadi pemicunya.
ETH saat ini diperdagangkan sekitar US$ 2.605, setelah gagal melewati puncak lokal di US$ 2.788. Analisis 4 jam di TradingView menunjukkan pembentukan puncak jangka pendek, mengindikasikan dimulainya fase koreksi. Divergensi bearish terlihat jelas; harga naik sedikit, namun momentum melemah, dan volume perdagangan tak mendukung kenaikan. ETH bahkan telah menembus level Fibonacci 0,230, sinyal awal koreksi yang lebih dalam.

Koreksi atau Kesempatan Emas?
Ananda menunjuk zona hijau pada grafiknya sebagai area beli potensial, di mana ETH mungkin membentuk higher low sebelum melanjutkan tren naik. Namun, jika tekanan jual berlanjut, harga bisa anjlok hingga US$ 1.385, titik kritis koreksi besar sebelumnya.
Strategi Bijak: Tunggu dan Serang!
Meskipun outlook jangka pendek bearish, Ananda menyarankan strategi "buy the dip" yang terukur. Tunggu koreksi selesai, lalu masuk saat sinyal pembalikan muncul. Zona US$ 1.900 atau US$ 1.735 bisa menjadi titik masuk optimal untuk jangka panjang. Selama ETH tak menembus titik terendah 7 April, struktur pasar masih bullish jangka panjang. Hindari trading impulsif dan rencanakan strategi masuk dan keluar yang matang. Koreksi, menurutnya, bukan ancaman, melainkan peluang.
Data terbaru Coingecko menunjukkan ETH di angka US$ 2.617, turun 0,8 persen dalam 24 jam terakhir.
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bersifat informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
