KabarTifa.ID – 31 Juli 2026 | JAKARTA – Pasar aset kripto kembali diramaikan dengan manuver para pemain besar. Menjelang pergantian bulan Agustus 2026, pergerakan Whale Mulai Atur Posisi Jelang Agustus, INJ Diborong, ONDO Dilepas menjadi sorotan utama. Data on-chain terkini mengindikasikan bahwa investor kakap mulai mengambil sikap berbeda terhadap sejumlah altcoin utama, terutama Injective (INJ), Ondo (ONDO), dan Aave (AAVE). Tim Research Tokocrypto memprediksi volatilitas pasar dapat kembali meningkat, dipicu oleh potensi kebijakan suku bunga yang berpotensi memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko.
Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian ini, para whale terlihat menerapkan strategi yang sangat selektif. Ada yang melakukan pembelian agresif pada satu token, mengurangi porsi kepemilikan pada token lain, hingga melakukan rotasi terbatas pada aset Decentralized Finance (DeFi) yang telah menunjukkan performa menguat sebelumnya. Pola ini secara jelas menunjukkan bahwa investor besar tengah menyusun strategi matang dalam menghadapi bulan Agustus, terutama di tengah bayang-bayang ketidakpastian makroekonomi dan potensi perubahan sentimen pasar.
Injective (INJ): Peluang Baru di Tengah Koreksi
Injective menjadi salah satu altcoin yang paling menarik perhatian dari sisi akumulasi para whale. Meskipun INJ termasuk dalam kategori DeFi, performanya dalam satu bulan terakhir cenderung tertinggal dibandingkan beberapa token DeFi lain seperti Aave yang masih mampu mencatat kenaikan. Kondisi yang relatif tertinggal inilah yang justru dimanfaatkan oleh para whale sebagai peluang untuk masuk dan mengakumulasi posisi.
Berdasarkan data dari Santiment, 100 alamat dompet terbesar atau mega whales tercatat telah meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 6,23% dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, mencapai total 97,52 juta INJ. Peningkatan ini setara dengan penambahan sekitar 5,7 juta INJ, yang jika dikonversikan dengan harga saat ini bernilai hampir US$26 juta. Secara bersamaan, saldo INJ yang tersimpan di bursa (exchange) mengalami penurunan tajam, anjlok hingga 73,56% menjadi hanya 1,94 juta token.
Penurunan saldo di bursa ini seringkali diinterpretasikan sebagai sinyal positif, di mana para pemegang token cenderung memindahkan aset mereka ke dompet pribadi (self-custody) ketimbang menyiapkannya untuk dijual. Namun, menariknya, pergerakan harga INJ belum sepenuhnya mengikuti tren akumulasi dari para whale ini. Token INJ dilaporkan masih mengalami penurunan sekitar 13% dalam sepekan terakhir dan melemah 6,6% dalam 24 jam terakhir. Perbedaan antara akumulasi whale dan pelemahan harga ini menjadikan INJ sebagai salah satu altcoin yang sangat menarik untuk dipantau pergerakannya di bulan Agustus. Para whale tampaknya sedang bertaruh bahwa modal akan berputar ke token-token yang masih tertinggal, bukan hanya bertahan pada aset-aset yang sudah lebih dulu menguat.
Ondo (ONDO): Distribusi Mulai Terjadi Pasca Reli
Berbeda dengan INJ, token Ondo (ONDO) justru menunjukkan sinyal distribusi yang dilakukan oleh para whale. ONDO sendiri telah menjadi salah satu token Real World Assets (RWA) dengan performa yang sangat kuat dalam sebulan terakhir, mencatatkan kenaikan signifikan sekitar 25%. Namun, pasca reli yang cukup panjang tersebut, para whale mulai terlihat mengurangi porsi kepemilikan mereka.
Data Santiment menunjukkan bahwa suplai ONDO yang dipegang oleh whale, di luar saldo yang ada di bursa, mengalami penurunan dari 7,6 miliar menjadi 7,58 miliar token sejak tanggal 27 Juli. Penurunan sekitar 20 juta ONDO ini setara dengan nilai sekitar US$7,8 juta berdasarkan harga pasar saat ini. Waktu dari distribusi ini menjadi cukup krusial, karena terjadi setelah reli ONDO mulai matang dan hanya berselang beberapa hari sebelum keputusan penting dari The Fed.
Harga ONDO juga mulai mencerminkan kehati-hatian pasar. Token ini dilaporkan mengalami penurunan lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir, mengindikasikan adanya tekanan jual menjelang agenda makroekonomi penting tersebut. Distribusi oleh whale yang berbarengan dengan pelemahan harga ini memberikan sinyal bahwa momentum narasi RWA pada ONDO mungkin mulai mendingin pasca gelombang positif dari tokenisasi. Selain itu, keputusan The Fed juga berpotensi menjadi faktor penentu bagi sektor RWA. Jika bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal hawkish, imbal hasil (yield) aset tradisional seperti Treasury berpotensi kembali naik. Kondisi ini dapat mengurangi daya tarik narasi yield on-chain yang sebelumnya menjadi penopang reli token RWA. Dengan demikian, ONDO saat ini lebih terlihat sebagai aset yang sedang mengalami profit-taking, bukan akumulasi baru.
Aave (AAVE): Pergerakan Seimbang di Tengah Ketidakpastian
Aave (AAVE) menampilkan pola pergerakan yang lebih kompleks dibandingkan INJ dan ONDO. Token DeFi ini masih kokoh menjadi salah satu pemimpin di sektornya sepanjang bulan, dengan kenaikan sekitar 7% dalam 30 hari terakhir dan masih mampu menguat sekitar 2% dalam sepekan terakhir. Namun, pergerakan whale pada AAVE tidak menunjukkan tren satu arah yang jelas.
Kepemilikan whale di luar bursa cenderung bergerak naik-turun sepanjang bulan, mengindikasikan bahwa mereka lebih banyak melakukan aktivitas trading dalam rentang harga tertentu (range trading) daripada melakukan keluar posisi secara total. Pergerakan terbaru menunjukkan adanya penurunan kepemilikan whale dari 10,41 juta menjadi 10,39 juta AAVE menjelang pengumuman keputusan The Fed. Penurunan sekitar 20.000 AAVE ini bernilai hampir US$1,9 juta. Jumlah ini tergolong relatif kecil jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar dan aktivitas perdagangan Aave secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penjualan tersebut lebih nampak sebagai langkah de-risking atau pengurangan risiko menjelang acara penting, bukan sebagai sinyal keluar besar-besaran. Aave masih mampu mempertahankan sebagian besar kenaikannya, sehingga aset ini tetap menjadi pantauan sebagai potensi bounce play di bulan Agustus. Jika keputusan The Fed cenderung lebih moderat atau netral, dan sentimen pasar DeFi membaik, AAVE masih memiliki peluang untuk melanjutkan momentum positifnya. Namun, jika kondisi makroekonomi memburuk, posisi whale yang mulai dikurangi dapat menjadi indikasi awal bahwa pelaku besar memilih untuk lebih berhati-hati dalam jangka pendek.
Agustus: Bulan Selektif untuk Altcoin
Secara keseluruhan, pergerakan whale pada INJ, ONDO, dan AAVE menggarisbawahi bahwa investor besar tidak memandang semua altcoin secara merata. Mereka tampak lebih agresif dalam mengakumulasi token yang berpotensi tertinggal seperti INJ, mengambil keuntungan dari aset yang telah menguat seperti ONDO, dan mengatur ulang risiko pada aset yang relatif lebih stabil seperti AAVE. Keputusan The Fed diprediksi akan menjadi katalis utama yang dapat menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.
Apabila bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal yang lebih dovish atau netral, maka altcoin yang sedang diakumulasi oleh para whale berpotensi mendapatkan dorongan signifikan. Sebaliknya, jika The Fed mengambil sikap hawkish, tekanan terhadap aset-aset berisiko seperti kripto dapat kembali meningkat. Untuk saat ini, INJ menunjukkan sinyal akumulasi whale yang paling kuat. ONDO terlihat jelas tengah dalam fase profit-taking setelah reli panjang narasi RWA, sementara AAVE berada di posisi tengah sebagai aset DeFi yang masih kuat namun mulai diperdagangkan dengan lebih hati-hati oleh para whale. Dengan demikian, memasuki Agustus 2026, pasar altcoin kemungkinan besar akan tetap bersifat selektif. Investor perlu mencermati tidak hanya narasi sektoral, tetapi juga arus data on-chain, posisi para whale, serta respons pasar terhadap setiap keputusan The Fed.

