Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan tajam di pasar kripto global. Setelah mengalami penurunan drastis dalam beberapa bulan terakhir, aset digital ini kini berada di ambang tekanan yang lebih besar, dengan potensi anjlok ke level psikologis US$100. Pada perdagangan terbaru, SOL diperdagangkan di kisaran US$124,50, namun sejumlah sinyal teknikal dan fundamental mengindikasikan prospek yang suram bagi salah satu altcoin terkemuka ini.

Sejak mencapai puncaknya pada Agustus lalu, nilai SOL telah tergerus sekitar 50%, secara efektif menyeretnya masuk ke dalam fase bear market. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai keberlanjutan tren penurunan, terutama mengingat posisi Solana sebagai ekosistem blockchain yang cukup populer.
Data dari Nansen menyoroti adanya perlambatan signifikan dalam aktivitas jaringan Solana. Jumlah transaksi harian tercatat menurun 10% dalam 30 hari terakhir, menjadi 1,79 miliar transaksi. Meskipun demikian, Solana masih memegang predikat sebagai jaringan paling aktif di industri kripto, melampaui total transaksi gabungan dari lima blockchain terbesar lainnya.
Penurunan juga terlihat pada jumlah alamat aktif yang menyusut 5,7% menjadi 60,1 juta. Yang lebih mengkhawatirkan, pendapatan biaya jaringan (fees) merosot 21%, hanya mencapai sekitar US$14 juta. Di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), Total Value Locked (TVL) Solana kini berada di US$18,57 miliar, jauh dari puncaknya di US$30 miliar. Meskipun TVL dalam denominasi SOL menunjukkan sedikit kenaikan, ini tidak cukup menutupi gambaran keseluruhan pelemahan.
Selain itu, volume transaksi yang telah disesuaikan anjlok 30% menjadi US$238 miliar, dan jumlah pemegang SOL berkurang 9% menjadi 3,4 juta alamat. Pelemahnya aktivitas ini mencerminkan sentimen pasar kripto yang lesu secara umum, mendorong banyak investor untuk menarik diri dari pasar.
Dari perspektif analisis teknikal, grafik harian SOL/USDT menunjukkan tren penurunan yang jelas. Harga telah jatuh bebas dari US$252,55 pada Agustus ke level saat ini sekitar US$124, bergerak di bawah semua rata-rata pergerakan utama. Terbentuknya pola bearish flag mengisyaratkan kelanjutan tren turun, terutama setelah harga menembus batas bawah pola tersebut.
Para analis memperkirakan tekanan jual akan terus berlanjut, dengan target penurunan berikutnya yang sangat mungkin menyentuh level US$100. Jika skenario ini terjadi, Solana akan mengalami koreksi tambahan sekitar 20% dari posisinya saat ini. Indikator lain, seperti arus keluar stablecoin dari bursa kripto yang menurun dari US$94 miliar pada November menjadi sekitar US$85 miliar, semakin memperkuat sinyal berkurangnya minat perdagangan dan investasi di pasar kripto secara keseluruhan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan untuk menjual atau membeli. Untuk update berita kripto dan informasi pasar terkini, kunjungi KabarTifa.id.

