Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Solana (SOL) Loyo di US$145, Apa Penyebabnya?
    Crypto

    Solana (SOL) Loyo di US$145, Apa Penyebabnya?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini08-03-2025 - 19.30Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Solana (SOL) Loyo di US$145, Apa Penyebabnya?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Solana (SOL) memang sempat mencatatkan kenaikan 17 persen setelah menyentuh titik terendah US$125 pada 28 Februari lalu. Namun, perjalanan SOL menuju US$180 masih terganjal. Harga SOL saat ini bertengger di sekitar US$145, merosot hingga 50 persen dari puncaknya di US$295 pada 19 Januari. Kondisi ini membuat investor bertanya-tanya, apakah SOL akan segera bangkit? KabarTifa.id mencoba menguak empat faktor kunci di balik pelemahan ini.

    Pertama, aktivitas jaringan Solana merosot tajam. Data DefiLlama menunjukkan penurunan biaya transaksi hingga 73 persen dalam empat minggu terakhir. Kegilaan koin meme yang sebelumnya mendongkrak aktivitas di Solana, kini telah mereda. Aplikasi-aplikasi di ekosistem Solana, seperti Jito (turun 56 persen pengguna), Magic Eden (turun 38 persen), dan Save (turun 42 persen), juga mengalami penurunan signifikan dalam jumlah pengguna aktif. Bandingkan dengan Ethereum yang relatif lebih stabil.

    Solana (SOL) Loyo di US5, Apa Penyebabnya?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Kedua, minimnya minat trader leverage menjadi penghambat. Tingkat pendanaan pada kontrak berjangka perpetual SOL negatif selama tiga hari terakhir, menunjukkan lebih banyak trader yang bertaruh pada penurunan harga. Meskipun angka negatifnya masih kecil (0,01 per 8 jam), ini menjadi sinyal kurangnya kepercayaan investor. Perubahan sentimen positif baru mungkin terjadi jika ada kabar baik yang tak terduga, misalnya persetujuan ETF Solana di AS.

    Ketiga, dominasi bot MEV dan manipulasi pasar menjadi sorotan. Laporan menunjukkan 95 persen biaya transaksi berasal dari hanya 1,3 persen pengguna, didominasi oleh pembuat pasar dan bot MEV. Hal ini membuka celah untuk manipulasi pasar, seperti serangan sandwich.

    Keempat, kurangnya investasi dari proyek-proyek besar juga berperan. Contohnya, World Liberty Financial, yang terkait dengan investasi pribadi Donald Trump, mengalokasikan dana ke berbagai aset kripto, tetapi tidak termasuk SOL, meskipun token resmi TRUMP berada di jaringan Solana.

    Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. Kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAS Resmi Kantongi 200.000 Bitcoin!
    Next Article Bitcoin Menuju Rekor Baru? Analis Ungkap Sinyal Kuat!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    17-02-2026 - 05.15
    Crypto

    17-02-2026 - 05.00
    Crypto

    Ethereum di Ambang Rebound Besar? Sinyal MVRV Mencengangkan!

    16-02-2026 - 19.45
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.