KabarTifa- Solana (SOL) mengalami tekanan hebat dalam beberapa hari terakhir, dengan harga terkoreksi sekitar 5% dan kini berada di kisaran $126 pada perdagangan Senin. Penurunan ini merupakan hari kelima berturut-turut, menghapus keuntungan yang sempat diraih minggu sebelumnya. Intensitas tekanan jual yang meningkat membuat SOL rentan kehilangan level support krusial, membuka potensi penurunan lebih lanjut.
Di pasar derivatif, sentimen investor berubah menjadi bearish seiring dengan meningkatnya keengganan terhadap risiko. Data dari CoinGlass menunjukkan penurunan Open Interest (OI) futures SOL sebesar 6,17% dalam 24 jam terakhir, menjadi sekitar $7,00 miliar. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya minat investor dan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek harga Solana.

Tekanan jual tidak hanya dirasakan oleh SOL. Pasar kripto secara umum mengalami aksi jual setelah Bitcoin (BTC) turun di bawah $87.000, memicu likuidasi posisi derivatif senilai lebih dari $600 juta di seluruh pasar dalam 24 jam terakhir, seperti yang dilaporkan oleh FXstreet.
Sejalan dengan sentimen yang memburuk, tingkat pendanaan (funding rate) berbobot OI untuk kontrak Solana berbalik negatif menjadi -0,0055% pada hari Senin. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan di kalangan penjual (short), yang bersedia membayar premi untuk mempertahankan posisi mereka. Dalam periode yang sama, likuidasi posisi beli SOL mencapai sekitar $31,88 juta, jauh melebihi likuidasi posisi jual sebesar $2,99 juta, menegaskan dominasi tekanan bearish.
Secara teknikal, Solana berpotensi membentuk candle Marubozu bearish pada grafik harian, sejalan dengan penurunan sekitar 5% pada perdagangan hari ini. Koreksi selama lima hari terakhir telah membawa harga kembali menguji area support $126, yang sebelumnya menjadi level terendah pada 22 Juni.
Jika SOL mencatat penutupan harian di bawah $126, tekanan jual diperkirakan akan berlanjut menuju area terendah 11 Maret di sekitar $112, bahkan membuka ruang koreksi lebih jauh ke zona $95 yang tercatat pada 7 April.
Indikator momentum juga memperkuat sinyal kehati-hatian. Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 33 dan terus berada di bawah garis tengah sejak awal Oktober, menandakan dominasi tren turun. Jika RSI terus mendekati zona jenuh jual di kisaran 30, tekanan jual pada SOL berpotensi meningkat.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada sedikit di atas garis sinyal, yang secara teknis masih menyimpan bias bullish tipis. Namun, jika MACD memotong ke bawah garis sinyal merah, indikator tersebut akan mengonfirmasi penguatan kembali momentum bearish dan dapat menjadi pemicu sinyal jual tambahan bagi pelaku pasar teknikal.
Meskipun tekanan jual tengah menguat, peluang pantulan harga tetap terbuka. Jika Solana mampu bertahan dan memantul dari level $126, potensi rebound jangka pendek dapat mengarahkan harga kembali ke area psikologis $150, asalkan tekanan jual dapat diredam dan minat risiko investor kembali pulih. Informasi ini dilansir dari kabartifa.id.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan investasi.

