KabarTifa- Dunia kripto dihebohkan dengan pergerakan sejumlah dompet Bitcoin (BTC) lawas yang telah "tertidur" selama lebih dari satu dekade. Aktivitas tak terduga ini langsung memicu spekulasi liar di kalangan pelaku pasar.
Analis kripto terkemuka, Daan Crypto Trades, melalui platform X, memberikan pandangannya terkait fenomena ini. Menurutnya, ada dua alasan utama yang mendorong para "whale" (pemilik Bitcoin dalam jumlah besar) lama ini untuk mencairkan sebagian aset mereka.

Alasan pertama dan paling очевидный adalah harga Bitcoin yang saat ini berada di level tertinggi sepanjang masa, bahkan telah melampaui angka psikologis US$ 100.000. "Kita sering melihat pemegang jangka panjang mulai menjual saat harga menyentuh fase penemuan harga. Ini bukan hal baru," jelas Daan. Bagi para investor awal yang telah menyaksikan kenaikan nilai Bitcoin hingga tujuh kali lipat dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir, momen ini adalah kesempatan emas untuk merealisasikan keuntungan.
Alasan kedua, menurut Daan, adalah masuknya pemain besar seperti pemerintah dan institusi ke dalam pasar kripto. Kehadiran mereka menyediakan likuiditas keluar (exit liquidity) yang sangat dibutuhkan oleh para whale yang ingin menjual aset dalam skala besar. "Mereka butuh pembeli besar untuk menyerap penjualan dalam volume besar. Sekarang momen itu telah tiba," tambahnya. Dengan adanya dana institusional dan produk investasi seperti ETF Bitcoin Spot, pasar kini lebih mampu menyerap aksi ambil untung besar tanpa menimbulkan gejolak yang ekstrem.
Meskipun demikian, Daan menekankan bahwa aktivasi sebuah alamat dompet tua tidak serta merta mengindikasikan penjualan seluruh kepemilikan whale tersebut. Banyak whale memiliki koin yang tersebar di berbagai dompet, dan mungkin hanya sebagian kecil yang dilepas ke pasar. "Fakta bahwa mereka berhasil menahan koin selama lebih dari satu dekade saja sudah sangat mengesankan," pungkas Daan.
Berdasarkan data terbaru dari Coingecko, harga Bitcoin pada Jumat (1/8/2025) pagi berada di level US$ 114.804, mencerminkan penurunan sebesar 2,9 persen dalam 24 jam terakhir. Informasi ini dikutip dari kabartifa.id.
