KabarTifa- Harga XRP kembali terhenti di level $2,65 setelah sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari tekanan jual. Kondisi ini memicu kewaspadaan di kalangan trader terkait potensi pembalikan arah dalam waktu dekat.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, XRP sempat mengalami kenaikan lebih dari 10%, berhasil melewati level $2,50 dan bahkan mencoba menembus area $2,60. Sayangnya, reli ini terhenti akibat tekanan jual yang kuat di zona resistensi $2,65, yang juga bertepatan dengan garis tren bearish utama pada grafik per jam XRP/USD (data Kraken).

Menurut analisis teknikal, saat ini XRP berkonsolidasi di atas $2,52 dan masih mendapat dukungan dari Simple Moving Average (SMA) 100 jam. Namun, indikasi pelemahan mulai terlihat. Indikator MACD per jam menunjukkan hilangnya momentum di zona bullish, sementara Relative Strength Index (RSI) mendekati level netral 50, mengindikasikan ketidakpastian arah pergerakan selanjutnya.
Kegagalan menembus level $2,65 berpotensi memicu gelombang tekanan jual baru. Jika harga turun di bawah support krusial $2,50, XRP berisiko merosot ke area $2,30, bahkan mungkin berlanjut ke zona kritis $2,22 jika tekanan jual terus berlanjut.
Namun, harapan masih ada jika pembeli (bulls) mampu menembus garis tren dan menutup candle di atas $2,65. Skenario ini dapat membuka peluang bagi XRP untuk mencetak reli baru menuju target $2,70-$2,80. Level ini menjadi kunci untuk mengonfirmasi apakah momentum bullish benar-benar kembali atau hanya sekadar "dead cat bounce" di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Saat ini, XRP berada di persimpangan jalan antara rebound dan penurunan lanjutan. Selama harga belum mampu menembus resistensi $2,65, tekanan jual kemungkinan akan tetap mendominasi. Pasar tampaknya menunggu katalis baru, seperti sentimen makro, perkembangan regulasi, atau dorongan dari investor besar, sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya. Informasi lebih lanjut mengenai investasi dan trading kripto dapat diakses melalui kabartifa.id.

