KabarTifa- Komunitas XRP kembali dihebohkan dengan prediksi harga yang sangat ambisius. The5Blairs, seorang tokoh terkemuka dalam komunitas XRP, baru-baru ini melontarkan skenario yang cukup ekstrem, yaitu harga XRP berpotensi meroket hingga US$ 3.380 per koin. Jika prediksi ini menjadi kenyataan, maka pemilik 10.000 XRP bisa memiliki aset senilai US$ 33,8 juta.
Saat proyeksi tersebut dibuat oleh The5Blairs, harga XRP masih berada di kisaran US$ 2,20. Menurut laporan dari thecryptobasic.com, The5Blairs menggunakan data transaksi untuk mendukung argumennya. Ia menjelaskan bahwa XRP saat ini memproses nilai transaksi sekitar US$ 1,3 triliun per tahun, dengan suplai yang beredar sekitar 60 miliar token dan kecepatan sirkulasi 10.

The5Blairs meyakini bahwa kolaborasi dan integrasi besar yang akan datang dapat mendorong volume transaksi tahunan XRP ke angka yang fantastis, yaitu antara US$ 100 triliun hingga US$ 2 kuadriliun. Untuk mengakomodasi volume transaksi sebesar itu, harga XRP harus mengalami kenaikan signifikan, sekitar 1.538 kali lipat dari level saat ini, yang setara dengan US$ 3.380 per koin.
Saat ini, XRP diperdagangkan di sekitar US$ 2,78. Dengan harga tersebut, 10.000 XRP bernilai sekitar US$ 27.800. Banyak anggota komunitas, termasuk edukator kripto Edoardo Farina, menyarankan investor jangka panjang untuk mempertimbangkan jumlah tersebut sebagai target akumulasi.
Lantas, faktor apa saja yang bisa mendorong XRP mencapai level harga tersebut? The5Blairs mengemukakan lima faktor utama yang menurutnya dapat memicu lonjakan harga XRP:
-
Ribuan NDA Ripple Sejak 2013: Dokumen hukum dalam kasus SEC vs Ripple mengungkapkan bahwa Ripple telah menandatangani lebih dari 1.700 perjanjian non-disclosure (NDA), sebagian besar dengan bank dan institusi keuangan. Hal ini mengindikasikan adanya potensi kerja sama yang luas dan belum terungkap.
-
Ekspansi Ripple di Sektor Pembayaran Internasional: Ripple semakin agresif dalam menjalin kemitraan untuk transfer lintas negara, sebuah pasar yang sebelumnya didominasi oleh sistem seperti SWIFT.
-
Target Ambisius dari CEO Ripple: Brad Garlinghouse, CEO Ripple, menyatakan pada Juni 2025 bahwa XRP Ledger secara realistis dapat menangani hingga 14 persen dari volume pembayaran global milik SWIFT dalam lima tahun ke depan. Ini berarti potensi transaksi on-chain sebesar US$ 21 triliun per tahun.
-
Peluang di Pasar Derivatif Global: Nilai pasar derivatif global diperkirakan mencapai US$ 1 kuadriliun. Jika XRP dapat mengambil sebagian kecil dari pasar ini, permintaan terhadap koin dapat melonjak drastis, meskipun tingkat adopsi ini masih bersifat spekulatif.
-
Koneksi Ripple ke DTCC Lewat Hidden Road: Awal tahun ini, anak perusahaan Ripple, Hidden Road, bergabung dalam sistem penyelesaian sekuritas milik DTCC. DTCC adalah lembaga kliring terbesar di dunia, yang memproses transaksi senilai lebih dari US$ 2 kuadriliun per tahun. Beberapa paten terbaru DTCC bahkan menyebut Ripple dan XRP sebagai bagian dari kemungkinan integrasi di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Artikel ini bukan merupakan nasihat investasi atau saran perdagangan. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi. KabarTifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin Anda alami. Editor: BobonSyah
