Misteri DAR: Didepak Bursa, Harga Malah Naik 8%!
KabarTifa- Dunia kripto dikejutkan dengan pengumuman delisting token DAR Open Network (D) oleh bursa Dex-Trade. Ironisnya, di tengah kabar buruk ini, harga DAR justru menunjukkan pergerakan tak terduga dengan melonjak hingga 8% pada Rabu (28/1), seperti yang terpantau dari laporan Tokocrypto News. Keputusan Dex-Trade ini berarti seluruh aktivitas perdagangan untuk token tersebut akan dihentikan secara permanen di platform mereka.

Menurut laporan Coinmarketcal, pihak bursa telah menetapkan batas waktu penarikan (withdraw) hingga 28 Januari 2026. Setelah tanggal tersebut, akses terhadap aset DAR di platform Dex-Trade berpotensi ditutup sepenuhnya. Pengumuman ini sontak menjadi perhatian serius bagi komunitas kripto, khususnya para pemegang token DAR Open Network, mengingat delisting bukan sekadar penghapusan pasangan perdagangan, melainkan dapat berdampak signifikan terhadap likuiditas, aksesibilitas aset, dan persepsi pasar terhadap keberlanjutan proyek.
Fenomena Kenaikan Harga yang Membingungkan
Fenomena kenaikan harga DAR sebesar 8% ini menjadi sorotan, mengingat delisting lazimnya memicu sentimen negatif dan penurunan nilai aset. Pergerakan harga Dar Open Network (D/USDT) yang justru menguat di tengah ancaman penghapusan dari bursa menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor dan analis pasar. Apakah ini hanya anomali sesaat, atau ada faktor lain yang mendorong optimisme jangka pendek di tengah ketidakpastian?
Apa Arti Delisting dari Dex-Trade?
Delisting terjadi ketika sebuah bursa memutuskan untuk menghentikan dukungan terhadap suatu aset kripto. Alasan di baliknya bisa beragam, mulai dari rendahnya volume perdagangan, minimnya likuiditas, hingga isu kepatuhan, keamanan, atau kelangsungan pengembangan proyek. Meskipun Dex-Trade tergolong sebagai CEX (Centralized Exchange) sekunder, langkah delisting ini tetap memiliki implikasi penting. Setiap pengurangan jumlah bursa yang mendukung suatu token akan mempersempit akses pasar, mengurangi volume perdagangan, dan berpotensi meningkatkan volatilitas harga.
Menanggapi situasi ini, Tim Research Tokocrypto memberikan peringatan keras. "Delisting dari CEX sekunder seperti Dex-Trade adalah sinyal negatif kuat terkait likuiditas atau kepatuhan proyek. Holder harus segera memindahkan aset ke wallet pribadi atau exchange lain untuk menghindari kehilangan dana permanen," jelas Tim Research Tokocrypto. Pernyataan ini menegaskan bahwa risiko terbesar bukan hanya pada pergerakan harga, tetapi pada potensi kehilangan akses terhadap aset jika batas waktu penarikan terlewat.
Langkah Krusial bagi Para Pemegang Token
Dex-Trade memberikan waktu hingga 28 Januari 2026 bagi seluruh pengguna untuk menarik token DAR mereka. Setelah tanggal tersebut, akses terhadap aset di akun Dex-Trade berpotensi ditutup sepenuhnya. Dalam banyak kasus delisting, aset yang tidak ditarik tepat waktu bisa menjadi sulit atau bahkan mustahil untuk dipulihkan.
Oleh karena itu, bagi holder DAR yang masih menyimpan token di Dex-Trade, langkah mitigasi segera sangat krusial. Disarankan untuk:
- Segera Tarik Aset: Pindahkan token DAR Anda dari akun Dex-Trade ke dompet pribadi (hardware wallet atau software wallet) atau ke bursa kripto lain yang masih mendukung perdagangan DAR.
- Verifikasi Tujuan Penarikan: Pastikan alamat dompet atau bursa tujuan sudah benar untuk menghindari kehilangan aset.
- Jangan Tunda: Menunda penarikan di tengah situasi delisting meningkatkan risiko teknis dan administratif yang dapat merugikan pengguna.
Dampak terhadap Likuiditas dan Kepercayaan Pasar
Delisting hampir selalu diikuti oleh penurunan likuiditas. Ketika satu platform menghapus token, jumlah order book dan jalur keluar-masuk pasar menjadi lebih sempit. Ini dapat menyebabkan spread harga melebar, volatilitas meningkat, dan kesulitan bagi holder untuk menjual atau menukar aset mereka dengan harga yang wajar.
Selain itu, secara psikologis, delisting sering dipersepsikan pasar sebagai indikator masalah internal proyek, meskipun tidak selalu demikian. Bagi investor baru, pengurangan jumlah bursa yang mendukung sebuah token dapat menurunkan tingkat kepercayaan dan minat. Jika delisting berlanjut di platform lain, tekanan terhadap harga dan adopsi token berpotensi semakin besar.
Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya?
Bagi holder DAR Open Network, fase ini seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali eksposur risiko secara menyeluruh. Investor disarankan untuk:
- Pindahkan Aset: Prioritaskan keamanan aset dengan memindahkannya dari Dex-Trade.
- Riset Mendalam: Lakukan riset ulang terhadap fundamental proyek DAR, tim pengembang, dan peta jalan ke depan.
- Diversifikasi Portofolio: Jangan menggantungkan seluruh investasi pada satu aset, terutama yang sedang menghadapi tantangan.
- Evaluasi Ulang Risiko: Pertimbangkan apakah risiko yang melekat pada DAR masih sejalan dengan toleransi risiko Anda.
Delisting tidak selalu berarti proyek akan gagal, tetapi dalam banyak kasus, ini adalah peringatan dini bahwa ekosistem token sedang menghadapi tantangan signifikan. Keputusan Dex-Trade untuk mendelisting DAR Open Network (D) merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan pasar. Dengan tenggat waktu penarikan hingga 28 Januari 2026, langkah paling rasional bagi holder adalah segera mengamankan aset mereka. Di tengah industri kripto yang bergerak cepat, respons cepat terhadap pengumuman seperti ini dapat menjadi pembeda antara perlindungan aset dan potensi kerugian permanen.
Bagi investor, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa manajemen risiko tidak hanya soal pergerakan harga, tetapi juga soal akses, likuiditas, dan keberlanjutan infrastruktur tempat aset disimpan. Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Editor: BobonSyah


