Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga Solana (SOL) kini berada di persimpangan krusial, memancarkan sinyal pemulihan yang menjanjikan setelah periode tekanan, namun di sisi lain, data penting juga mengisyaratkan potensi koreksi tajam antara 7% hingga 10%. Mata para investor tertuju pada pergerakan aset kripto ini, yang dalam sebulan terakhir masih tertekan sekitar 13%, namun kini dihadapkan pada dua skenario ekstrem yang saling bertolak belakang.

Salah satu indikator awal yang menyiratkan potensi pembalikan tren datang dari fenomena bullish divergence. Antara akhir Januari hingga awal Maret, harga SOL tercatat membentuk lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) justru menunjukkan higher low. Pola ini, seperti dilaporkan BeInCrypto, seringkali menjadi pertanda melemahnya tekanan jual dan berpotensi memicu kenaikan harga. Setelah sinyal ini muncul, Solana sempat melonjak 10%, meskipun kemudian kehilangan momentum akibat volatilitas pasar yang lebih luas. Struktur bullish ini masih dianggap valid selama harga tetap berada di atas titik terendah yang terbentuk pada 1 Maret.
Selain itu, SOL juga tengah menguji level 20-day Exponential Moving Average (EMA), sebuah garis tren dinamis yang kerap menjadi penentu momentum jangka pendek. Pada awal Januari, penembusan EMA ini berhasil memicu reli sebesar 17%. Tidak hanya itu, data on-chain dari Glassnode juga mengungkap aktivitas akumulasi yang signifikan dari investor jangka panjang. Metrik Hodler Net Position Change menunjukkan peningkatan kepemilikan SOL dari sekitar 642.906 menjadi 819.114 antara 1 hingga 3 Maret. Kenaikan 27% dalam dua hari ini mengindikasikan bahwa investor berpengalaman melihat peluang di tengah gejolak pasar.
Namun, di balik optimisme tersebut, sebuah peringatan serius datang dari perilaku investor jangka pendek. Indikator Short-Term Holder Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) menunjukkan bahwa kerugian yang dialami para trader jangka pendek mulai menyusut, dengan nilainya bergerak dari -0,71 menjadi -0,49 sejak 23 Februari. Secara historis, kondisi semacam ini kerap menjadi pemicu aksi jual. Saat harga mendekati titik impas atau bahkan sedikit menguntungkan, banyak trader yang sebelumnya merugi cenderung melepas aset mereka untuk meminimalkan kerugian atau sekadar "keluar" dari posisi. Sebagai contoh, pada 24 Februari, ketika NUPL mencapai sekitar -0,50 dan harga Solana di US$88, aset ini kemudian anjlok sekitar 7% dalam tiga hari. Pola serupa juga terlihat pada 6 Februari, di mana harga SOL di US$87 diikuti oleh koreksi hampir 10% dalam enam hari.
Titik krusial lainnya yang harus diperhatikan adalah zona resistensi kuat di kisaran US$86 hingga US$89. Data distribusi harga mengungkapkan adanya "klaster suplai" besar di area ini, di mana sekitar 14,19 juta SOL sebelumnya diakumulasi. Zona ini berpotensi menjadi tembok penghalang yang sulit ditembus, karena investor yang membeli di level tersebut kemungkinan besar akan melakukan aksi jual saat harga kembali mendekati titik impas mereka. Tim Riset Tokocrypto menegaskan bahwa "zona $86-$89 menjadi filter krusial bagi kelanjutan tren SOL untuk mencapai kembali target psikologis $101." Mereka menambahkan, "Jika gagal menembus area klaster suplai tersebut, risiko koreksi menuju $77 tetap terbuka lebar."
Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar US$83, persis di bawah ambang batas resistensi vital tersebut. Jika SOL berhasil menembus dan mempertahankan posisinya di atas US$89, pintu menuju kenaikan lebih lanjut ke US$92, US$96, bahkan target psikologis US$101 akan terbuka lebar. Sebaliknya, apabila tekanan jual mendominasi dan harga gagal menembus resistensi, lalu malah tergelincir di bawah level dukungan US$82, maka koreksi menuju US$77 menjadi sangat mungkin, yang berarti penurunan sekitar 7% hingga 10%.
Dengan demikian, pergerakan Solana dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada pertarungan antara sinyal pemulihan dan potensi tekanan jual. Kemampuan SOL untuk menembus zona resistensi krusial di US$86-$89 akan menjadi penentu utama apakah aset kripto ini akan memulai reli baru atau justru terperosok dalam koreksi yang signifikan. Volatilitas tinggi diperkirakan akan terus menyelimuti pergerakan harga SOL.


