KabarTifa- Aset kripto XRP kembali menarik perhatian pasar dengan performa mengesankan, melonjak 5,5% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 3% sepanjang pekan. Diperdagangkan di kisaran US$1,40, sinyal teknikal dan fundamental kuat menunjukkan potensi lonjakan harga signifikan, bahkan menargetkan level US$1,95. Para analis dan investor kini menyoroti momentum ini sebagai indikasi awal reli besar.
Pendorong utama di balik optimisme ini tak lain adalah derasnya arus permintaan dari investor institusional. Minat besar ini tercermin dari lonjakan investasi pada produk berbasis XRP, termasuk Exchange-Traded Funds (ETF) dan Exchange-Traded Products (ETP), yang terus menunjukkan akumulasi yang konsisten.

Arus Dana Institusional Terus Membanjiri Pasar
Menurut laporan yang diulas oleh kabartifa.id, data dari CoinShares mengungkapkan bahwa produk investasi XRP telah membukukan arus masuk dana sebesar US$106,8 juta sepanjang Februari, ditambah US$1,9 juta pada pekan terakhir bulan tersebut. Secara kumulatif, produk investasi XRP telah menyerap dana bersih sekitar US$153 juta sepanjang tahun 2026, dengan total aset kelolaan (AUM) mencapai angka fantastis US$2,4 miliar.
Tak hanya itu, ETF XRP spot juga mencatatkan rekor arus masuk positif selama lima hari berturut-turut. Khusus pada hari Selasa, dana segar sebesar US$7,53 juta mengalir masuk, menggenapi total inflow kumulatif menjadi hampir US$1,25 miliar, dengan AUM mencapai sekitar US$1 miliar.
Fenomena ini menggarisbawahi betapa kokohnya minat investor institusi terhadap XRP, bahkan di tengah koreksi harga sekitar 25% yang terjadi sepanjang tahun ini. Analis kripto terkemuka, Xaif Crypto, menegaskan bahwa gelombang arus masuk dana ini merupakan indikasi jelas bahwa permintaan institusional terhadap XRP sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda pelambatan.
Sinyal Teknis Menuju US$1,95: Sebuah Breakout Besar?
Beralih ke analisis teknikal, grafik harian XRP menampilkan formasi pola "symmetrical triangle". Pola ini, yang terbentuk setelah periode konsolidasi, seringkali menjadi prekursor bagi pergerakan harga yang substansial, baik ke atas maupun ke bawah. Namun, dengan indikator fundamental yang kuat, arah ke atas tampaknya lebih dominan.
Agar momentum bullish XRP tetap terjaga dan menguat, penutupan harga harian di atas garis tren atas pola symmetrical triangle di area US$1,40 menjadi krusial. Level ini juga bertepatan dengan Exponential Moving Average (EMA) 200 minggu, menjadikannya titik resistensi penting. Lebih lanjut, jika XRP berhasil mempertahankan penutupan mingguan di atas US$1,55, para analis memprediksi momentum kenaikan akan semakin tak terbendung. Berdasarkan proyeksi dari pola ini, target harga yang realistis diperkirakan mencapai US$1,95, sebuah lonjakan sekitar 38% dari posisi harga saat ini.
Tim Riset dari salah satu bursa kripto terkemuka di Indonesia turut menyoroti fenomena ini. Mereka berpendapat, dominasi minat institusional yang stabil, bahkan saat harga terkoreksi 25% sepanjang tahun, mengindikasikan adanya akumulasi strategis di level-level bawah. "Penutupan mingguan di atas EMA 200 di level US$1,40 akan menjadi kunci fundamental bagi pergeseran momentum jangka panjang XRP," demikian analisis mereka.
Level Kunci yang Wajib Dipantau Investor
Untuk jangka pendek, level resistensi terdekat yang harus diwaspadai berada di sekitar US$1,43. Apabila level krusial ini berhasil ditembus dengan solid, pintu menuju US$1,50 akan terbuka lebar. Lebih jauh lagi, penutupan harian di atas EMA 20 hari di kisaran US$1,42 akan menjadi konfirmasi kuat perubahan struktur harga, membuka jalan bagi XRP untuk menyentuh Simple Moving Average (SMA) 50 hari di sekitar US$1,63.
Dengan paduan sempurna antara derasnya arus dana institusional dan sinyal teknikal yang sangat mendukung, seluruh pelaku pasar kini menanti dengan cermat. Pertanyaan besarnya adalah: Mampukah XRP mempertahankan momentum luar biasa ini dan melesat menuju target ambisius berikutnya?
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Setiap keputusan investasi harus didasari oleh riset mandiri dan pertimbangan matang. Pembaca bertanggung jawab penuh atas keputusan investasinya.
Editor: BobonSyah


